LOADING

Type to search

Good Parenting

Viral Video Seorang Ayah Memukul Anak Saat Belajar. Peringatan untuk Orangtua agar Belajar Mengendalikan Emosinya

Share
Kekerasan Anak. Peringatan untuk Orangtua

Beberapa waktu yang lalu viral video menampilkan ayah memukul anaknya saat kesulitan belajar. Video ini adalah sebuah pelajaran untuk orangtua agar bisa belajar mengendalikan emosi mereka saat sedang bersama anak.

Di video tersebut, terlihat sang ayah memukul anak karena sang anak belum bisa membaca dengan baik. Kekasaran ayah ini lantas membuat sang anak menangis kesakitan dan berusaha keras untuk belajar.

Berikut ini adalah videonya

Menjadi Orangtua Perlu Kesabaran Ekstra

Tidak mudah memang menjadi orangtua. Saat mendampingi anak yang mulai belajar, dibutuhkan kesabaran yang tinggi. Memukul anak saat anak belum bisa tidak akan membuat anak menjadi pintar, justru membuatnya trauma hingga anak tertekan dan semakin kesulitan belajar.

Wakil Rektor Universitas Ibnu Khaldun, Musni Umar, mengungkapkan, “Kebiasaan orangtua dalam menyikapi masalah juga menjadi salah satu faktor. Apabila orang tersebut suka melampiaskan kekesalan pada istri dan anaknya, masalah apapun yang menimpa, maka keluarga inti dia yang akan menjadi korban.”

Baca Juga :  Simpan dan Bagikan! Daftar Lengkap Kontak Darurat Lapor KDRT & Kekerasan Seksual di Indonesia

Seringkali, perilaku ayah memukul anak ini dihasilkan dari pengalamannya di masa lalu. Sang ayah mungkin pernah diasuh dengan cara kekerasan, sehingga cenderung menghasilkan pola asuh yang sama saat mengasuh anak sendiri.

Tips agar Terhindar dari Perilaku Kekerasan pada Anak

Musni Umar pun membagikan tips untuk keluarga agar terhindar dari perilaku kekerasan pada anak :
1. Buatlah tradisi curhat bersama keluarga
Keterbukaan dalam mengungkapkan masalah adalah salah satu hal yang sangat penting dalam keluarga. Dengan keterbukaan, maka anggota keluarga akan belajar untuk saling memahami dan mendengarkan. Maka dari itu, sediakanlah sesi curhat seminggu sekali atau setiap hari bila perlu. Di sesi ini, setiap orang punya kesempatan untuk berbicara dan mengemukakan masalahnya untuk mencari solusi bersama.

Baca Juga :  Seorang Ibu yang Anaknya Tantrum Membutuhkan Dukungan Orang di Sekitarnya

2. Hindari membawa masalah dari tempat kerja ke dalam rumah tangga
Untuk ketenangan di rumah, hindari lah membawa setiap masalah yang Anda dapatkan dari luar, entah itu permasalahan dengan teman atau masalah di kantor. Hindari lah menjadikan orang rumah sebagai pelampiasan amarah Anda karena masalah di luar rumah yang belum selesai.

3. Lindungi diri Anda dari pengaruh buruk internet dan dunia luar
Pengaruh buruk bisa datang dari mana saja, entah ini dari media sosial, internet, televisi dan pergaulan. Kerap terpapar pengaruh buruk dapat memicu perilaku kekerasan pada orang lain dan juga keluarga. Untuk mencegahnya, Anda perlu bijak dalam menyaring informasi yang Anda dapatkan dari luar, terutama internet. Jangan sampai hal- hal buruk mempengaruhi perilaku Anda terhadap pasangan dan anak.

Baca Juga :  10+ Kegiatan Sederhana untuk Meningkatkan Bonding dengan Anak

4.  Anda bisa mendapatkan hukuman yang pantas untuk kekerasan pada anak
Satu hal yang perlu orangtua ingat, memukul anak atau melakukan kekerasan lainnya bisa membat orangtua terjerat UU tentang perlindungan anak. UU No. 23 tahun 2002 adalah perlindungan untuk seluruh anak di Indonesia agar dapat hidup aman dan nyaman bersama orangtuanya.

Dalam bentuk apapun, kekerasan pada anak adalah hal yang dilarang keras. Anak Anda mempunyai masa depan yang cerah dan ia layak untuk hidup bahagia secara lahir dan batin.

Comments

comments

Tags:

You Might also Like