LOADING

Type to search

Good Parenting

5 Tips Menjadi Orangtua Hebat di Tahun 2018. Bacaan Wajib Orangtua

Share
Tips parenting untuk menjadi orangtua hebat

Menjadi orang tua hebat memang bukan pekerjaan sederhana. Ayah Bunda dituntut ekstra sabar, multitasking dan bisa menguasai ego sendiri untuk memberikan yang terbaik pada keluarga. Saat emosi sedang meletup- letup, Ayah Bunda harus tetap mengontrol diri agar tidak lepas kendali dan menjadi teladan yang baik untuk anak- anak.

Tidak terasa, kini kita telah menginjak tahun yang baru lagi. Tentu saja ada banyak hal hebat yang telah kita torehkan di tahun- tahun sebelumnya. Setiap pencapaian, betapapun kecilnya patut kita apreasi dan menjadi bahan evaluasi.

Tips Parenting untuk Semakin Lebih Baik Lagi di Tahun 2018

Bagaimana dengan tahun 2018 ini? Hal apa saja yang sudah Ayah Bunda canangkan untuk membuat tahun ini menjadi lebih menyenangkan dan luar biasa untuk keluarga? Tidak perlu muluk- muluk, Ayah Bunda bisa memulainya dari hal- hal sederhana tapi bermakna untuk keluarga.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Ayah Bunda terapkan untuk menjadi resolusi orangtua hebat di tahun 2018:
1. Lebih banyak mendengar dan menaruh perhatian pada anak
Setiap hari kita disibukkan dengan aktifitas yang bisa membuat kita stress. Mulai dari pekerjaan sehari- hari, tanggung jawab mengurus keluarga, tanggung jawab sosial, tuntutan finansial, dan masih banyak lagi. Saat kita tenggelam dalam banyak masalah, tidak jarang anak menjadi pelampiasan amarah saat mereka melakukan ‘kesenangan kecil’ mereka.

Baca Juga :  10+ Kegiatan Sederhana untuk Meningkatkan Bonding dengan Anak

Untuk menjadi orangtua hebat, tidak jarang kita dituntut untuk mengesampingkan masalah yang kita hadapi saat berada di tengah- tengah anak. Sediakan telinga kita untuk mendengar dan mengerti apa yang ingin disampaikan anak.

Sering mendengarkan anak akan membuat kita memahami apa yang sebenarnya anak- anak kita butuhkan. Dan ini akan semakin mendekatkan kita secara emosional dengan jiwa anak. Kita akan menyadari bahwa anak- anak tidak hanya membutuhkan materi. Tapi justru kasih sayang dan perhatian kita sebagai orangtua lah yang terpenting.

2. Belajar melihat sesuatu dari sudut pandang anak
Karena merasa sebagai ‘orang dewasa’ yang sudah makan asam garam dan mengerti banyak hal, kita sering mengabaikan sudut pandang anak. Kita lupa bahwa anak juga memiliki persepsi mereka sendiri.

Saat kita memahami sudut pandang anak, bukan berarti kita serta merta menyutujuinya. Justru ini adalah cara kita untuk lebih memahami anak, mengapa anak melakukan hal ini itu dan mengetahui alasan di baliknya.

Jadi, resolusi 2018 ini, Ayah Bunda akan bertekad untuk lebih mengenali dan memahami perasaan dan carapandang anak dalam melihat sesuatu. Jangan serta merta menegur atau memarahai mereka tanpa menanyakan apa alasan dibalik mereka melakukan hal tersebut. Dengan begitu, Ayah Bunda akan menjadi orangtua yang lebih sabar, dan anak akan semakin cerdas dalam mengungkapkan apa yang menjadi keinginannya.

Baca Juga :  Ingin Anak Jadi Hafidz Quran? Berikut 7 Tips Mengajarkan Anak Hafal Al Quran

3. Sadari bahwa anak- anak bisa saja melakukan kesalahan
Jangankan anak- anak, orang dewasa pun tidak luput dari kesalahan. Seringkali orangtua ingin mempunyai anak yang penurut, patuh dan berperilaku sempurna. Namun, tantrum adalah salah satu fase yang umum dalam tumbuh kembang anak. Ia bisa saja bersikap sebagai anak manis di dalam rumah. Tapi saat berada di tempat umum atau berhadapan dengan orang lain, ia bisa menjadi tidak mau diam dan mengamuk.

Saat anak tantrum, Ayah Bunda sebaiknya bisa mengontrol diri agar tidak ikut emosi. Tarik nafas dalam- dalam dan tetap lah bersikap tenang agar Anda bisa mengendalikan tantrum anak dengan cara yang terbaik.

4. Cemaskan satu hal dalam satu waktu
Orangtua seing merasa kewalahan saat beberapa masalah datang secara bersamaan. Seperti biaya sekolah anak naik, pekerjaan menumpuk dan tagihan belum terbayar pada satu waktu.

Baca Juga :  Cara Mengatasi Anak Balita Tantrum

Untuk mengurangi perasaan terbebani, cobalah menyelesaikan masalah yang Ayah Bunda hadapi satu per satu berdasarkan skala prioritas. Lebih baik lagi, cobalah mengatur nya dengan manajemen yang lebih baik agar problem tersebut tidak bertumpuk di satu waktu.

Selesaikan problem yang Anda hadapi sesuai skala prioritas agar Anda dapat fokus dan keluarga tetap harmonis. Menjadi orangtua hebat, Anda dituntut untuk fleksibel dan bisa mengatasi masalah dengan lebih baik.

5. Buatlah perencanaan awal yang baik
Perencanaan yang baik dalam kehidupan berkeluarga akan membantu Ayah Bunda selamat dari kondisi kewalahan. Dengan perencanaan ini, pastikan skala prioritas tersusun dengan baik. Ayah Bunda juga perlu disiplin dan konsisiten dengan perencanaan yang telah dibuat.

Perencanaan ini tidak perlu terlalu ketat, realistis saja, semasuk akal mungkin. Jika ada kondisi tertentu yang membuat rencana Anda terpaksa harus bergeser, Anda tetap mudah beradaptasi dan mengatasi problem tersebut.

Misalnya, membuat rencana kegiatan harian di malam hari agar pagi hari tidak lagi terburu- buru. Atau merencanakan piknik keluarga bersama di akhir pekan agar tidak bingung saat akhir pekan akan pergi kemana.

 

Referensi: Popsugar

Comments

comments

Tags:

You Might also Like