LOADING

Type to search

Good Parenting

40+ Cara Mendidik Anak Laki- Laki yang Baik Sesuai Kaidah Perenting

Share
Cara dalam mendidik anak laki- laki

Mempunyai buah hati adalah idaman setiap orang yang sudah menikah. Dengan kehadiran anak, rumah tangga tidak lagi terasa sepi. Ada lebih banyak canda tawa, harapan, dan kebahagiaan.

Saat sudah menjadi orangtua, baik itu mempunyai anak perempuan atau laki- laki, keduanya sama- sama membahagiakan. Saat mempunyai anak perempuan, tentu kita ingin anak kita tumbuh menjadi anak perempuan yang lembut, bisa membawa diri, mempunyai akhlak mulia, cerdas, dan peduli pada orang- orang di sekitarnya.

Sedangkan saat mempunyai anak laki- laki, kita ingin anak kita menjadi sosok yan gpemberani, Tangguh, dan mempunyai jiwa kepemimpinan karena kelak ia akan menjadi seorang pemimpin rumah tangga di masa depan. Semoga doa dan harapan Ayah Bunda untuk mendidik anak- anak menjadi sosok yang hebat di masa depan terkabulkan, ya? Aminn…

 

Kiat Mendidik Anak Laki- Laki yang Baik

Mendidik anak laki- laki diidentikkan dengan mengajarkan tanggung jawab kepada anak sedini mungkin. Mengapa demikian? Karena kelak anak laki- laki kita ini akan menjadi pemimpin di masa depan. Ia akan menjadi pemimpin dalam rumah tangganya.

Selain itu, mengajarkan kepemimpinan yang baik pada anak laki- laki juga akan membantunya menjadi ossok yang bertanggungjawab di lingkungan pekerjaan dan masyarakat. Tentu saja ini akan menjadi nilai plus untuk putra tercinta kita.

Maka dari ini, berikut ini adalah langkah- langkah mendidik anak laki- laki yang baik sesuai kaidah parenting :

  1. Biasakan Anak Mengakui Kesalahannya

Sejak dini, ajari anak untuk terbiasa mengakui kesalahannya. Kebiasaan yang ditanamkan ini akan terbawah hingga ia dewasa nanti.

Misalnya saat ia melakukan kesalahan, tanyakan apa yang ia lakukan, dan mengapa ia melakukannya. Jika ia mengakui kesalahannya dan meminta maaf, cobalah memberi alasan mengapa hal itu sebaiknya tidak dilakukan tanpa langsung menyalahkannya. Selanjutnya, ajari ia agar tidak mengulanginya kembali.

 

  1. Jangan Ajarkan Ia untuk Melempar Kesalahan

Tidak jarang orangtua mengajarkan anak untuk melemparkan kesalahan meski tidak disengaja. Terutama saat anak laki- laki mereka masih balita. Misalnya saja saat anak tersandung batu, biasanya dengan cepat orangtua menyalahkan batu sebagai penyebab anak terjatuh. Mulai dari sekarang, hindarilah melakukan hal tersebut. Cukup beri ia nasehat agar lebih berhati- hati sambil menenangkannya dengan memeluk atau menggendongnya.

 

  1. Ajak Anak Melakukan Aktifitas di Luar Rumah

Banyak orangtua yang mencegah anak merkea bermain di luar rumah karena berbagai alasan. Misalnya saja karena panas, takut anak kotor, takut anak kulitnya hitam, dan lain sebagainya. Padahal, membiarkan anak bermain di luar ruangan dan sesekali membiarkan ia bermain hujan- hujanan atau bermain di lapangan yang becek dapat membantunya tumbuh menjadi anak laki- laki yang kuat dan Tangguh secara fisik.

 

  1. Dorong Anak untuk Berteman dan Berinteraksi dengan

Jika anak cenderung suka bermain sendiri, cobalah dorong anak untuk bermain dengan teman sebayanya. Terutama saat ia belum masuk usia sekolah, orangtua dapat mengajak anak untuk bermain bersama anak kecil seusianya di lingkungan sekitar. Dengan begitu, anak akan mempunyai kemampuan berinteraksi dengan orang lain dan akan membantunya untuk tumbuh menjadi anak yang ramah dan peduli pada orang- orang di sekitarnya.

 

  1. Ajak Anak Membantu Menyelesaikan Pekerjaan Rumah

Jangan berpikir bahwa pekerjaan rumah tangga hanya untuk anak permepuan saja. Dengan mengajarkan pekerjaan rumah tangga kepada anak laki- laki akan mengajarkan anak menjadi sosok yang lebih bertanggungjawab di masa depan. Kelak saat dewasa nanti, ia dapat menjadi suami dan ayah yang lebih peduli dalam membantu istri melakukan pekerjaan rumah dan menjaga anak- anak.

Pekerjaan rumah yang bisa diajarkan kepada anak laki- laki bisa dimulai dengan pekerjaan yang sederhana, misalnya meminta anak membereskan mainannya sendiri atau membantu mengambilkan sapu saat ibu sedang bersih- bersih.

 

  1. Ajari Anak untuk Berbagi

Sedari dini, ajari anak untuk berbagi kepada orang- orang di sekitarnya, Misalnya saja saat bermain bersama dan membawa kudapan, minta anak untuk membaginya pada teman- temannya. Saat dewasa nanti, ia akan tumbuh menjadi seorang anak yang mudah berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Baca Juga :  Anak dengan Unyeng Unyeng 2 di Kepala Berarti Nakal? Mitos atau Fakta?

 

  1. Jangan Membelanya Saat Salah

Saat anak bertengkar dengan temannya, biasanya banyak orangtua yang terlibat untuk membela anak mereka. Padahal belum tentu anak orang lain yang melakukan kesalahan. Cobalah untuk tidak reaktif saat anak bertengkar dengan temannya dan hindari untuk membelanya jika memang ia salah. Biarkan ia menghadapi masalahnya dan meminta maaf.

 

  1. Jangan Pernah Membandingkan Anak

Setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan masing- masing. Jadi, berhentilah membandingkan anak kita dengan orang lain. Membandingkan anak justru membuatnya sulit berkembang dan membuatnya minder dan kecewa. Coba lah untuk menghargai setiap usahanya agar ia terus berkembang lebih baik dari waktu ke waktu.

 

  1. Dorong Ia untuk Berani Menyatakan Perasaannya

Tidak mudah bagi laki- laki untuk mencurahkan isi hatinya. Mereka cenderung menyembunyikan saat ia merasa sedih, kecewa, atau marah. Maka dari itu, orangtua perlu mengajarkan kepada anak bahwa menyatakan perasaannya bukanlah hal yang memalukan. Ajarkan ia keterbukaan sedini mungkin, termasuk dalam hal menyatakan emosinya dengan cara yang baik.

 

  1. Beri Ia Ruang untuk Melakukan Hal yang Ia Sukai

Jika anak suka bermain musik, hindari melarang ia bermain musik. Jika anak suka bermain dengan sepak bola, cobalah untuk mendorong kemampuannya dalam bermain sepakbola. Dengan memberi ruang untuk melakukan hal yang ia sukai, orangtua telah membantu anak untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kemampuannya.

 

  1. Jangan Memaksakan Anak Melakukan yang Tidak Ia Inginkan

Seringkali orangtua memaksa anak melakukan yang orangtua inginkan. Mereka memaksa anak untuk mengikuti kemauan orangtua tanpa mendengar apa yang anak- anak inginkan. Dan akibatnya, anak akan stress, lelah, dan terancam kehilangan potensinya untuk berkembang.

 

  1. Jangan Pernah Melibatkan Kekerasan

Beberapa orangtua tidak segan untuk mencubit atau memukul anak mereka saat anak- anak dianggap nakal atau melakukan kesalahan. Jika memang Ayah Ibu pernah melakukannya, maka hal ini harus diakhiri sesegera mungkin. Melibatkan kekerasan tidak akan membuat anak menjadi lebih baik. Sebaliknya, anak bisa trauma dan stress. Jika memang anak bandel, coba lah untuk memarahi secukupnya, dan beri ia nasehat tegas agar tak mengulangi perbuatannya.

 

  1. Ajari Ia untuk Tidak Menunda- nunda

Untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan, ajari anak untuk tidak menunda- nunda dalam mengerjakan suatu hal. Misalnya saat ada PR sekolah, maka ia harus segera menyelesaikannya. Jangan menundanya dengan bermain game lebih dulu. Ajari ia mengerjakan tanggung jawabnya terlebih dulu sebelum memilih bersenang- senang.

 

  1. Pelajaran Etika dan Kesopanan

Etika dan kesopanan yagn diajarkan sedini mungkin akan terbawa sampai ia dewasa nanti. Maka dari itu, selalu ajarkan anak hal- hal yang baik dengan memberi teladan. Saat anak mengenal dan menerapkan etika dan sopan santun dalam hidupnya, maka kelak ia akan menjadi pemimpin sukses di masa depan.

 

  1. Memberikan Perhatian Kecil yang Sering Terlewatkan

Karena kesibukan dan aktifitas sehari- hari, tidak jarang orangtua melupakan pentingnya perhatian- perhatian kecil untuk anak. Cobalah untuk sering menanyakan apa yang ia alami hari ini, apa yang ia hadapi, dan sebagainya. Perhatian ini akan membuat anak sadar bahwa orangtuanya selalu melindunginya dan memperhatikannya.

 

  1. Ajarkan ia Menghargai dan Menghormati Orang Lain

Menghargai dan menghormati orang lain juga penting untuk diajarkan kepada anak laki- laki kita sejak dini. Misalnya saja saat ada orang lain yang sedang berbicara dan anak menyela, tegur anak agar menunggu sampai orang tersebut selesai bicara terlebih dulu.

 

  1. Ajari Anak Menyayangi dan Menghormati Ibunya

Seorang calon pemimpin yang baik di masa depan adalah sosok pria yang menghargai dan menghormati wanita. Itulah mengapa seorang anak harus diajari sejak kecil untuk menyayangi dan menghormati ibunya. Dengan menyayangi ibunya, makai a akan semakin mudah untuk menghargai wanita- wanita lain di sekitarnya.

 

  1. Ajarkan Empati dan Kepekaan

Jika ingin anak Anda menjadi seorang pemimpin yang hebat di masa depan, ia harus dididik untuk menjadi peka terhadap keadaan di sekitarnya. Jika ada orang di sekitar kita yang membutuhkan bantuan, ajari anak untuk menawarkan bantuan dan membantu yang membutuhkan. Dengan begitu, ia akan tumbuh menjadi seorang anak yang mempunyai rasa empati yang tinggi.

Baca Juga :  Orangtua Wajib Waspada: Ini Dia 10 Bahaya Gadget untuk Anak di Bawah Usia 12 Tahun

 

  1. Ajak Anak Terlibat dalam Lomba

Tidak ada salahnya untuk menyertakan anak dalam setiap ajang perlombaan. Aktifitas produktif ini dapat membantu anak menjadi lebih percaya diri. Meski begitu, jangan lupa Ayah Bunda mengkomunikasikan anak untuk terlibat dalam lomba yang memang ia inginkan. Hindari memaksakan kehendak hanya karena keinginan pribadi yang justru membuat anak stress.

 

  1. Selalu Mendukung di Berbagai Kesempatan

Dukungan orangtua sangat berarti untuk memompa semangat anak. Selama kegiatan yang ia ikuti positif, orangtua sebaiknya memberikan dukungan terbaik untuk putra tercinta.

 

  1. Membuat Peraturan Kecil di Rumah

Pemimpin masa depan harus menaati peraturan dan menjadi contoh untuk orang lain. Ketaatan pada peraturan dapat diajarkan sejak kecil dengan membuat peraturan kecil di rumah, dan minta ia untuk mentaatinya. Jika melanggar, tentukan sanksi yang akan diberikan untuk anak. Dengan begitu ia akan terlatih untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dan taat aturan di masa depan.

 

  1. Pelajaran Problem Solving

Saat anak bertengkar dan menangis saat bermain dengan temannya, orangtua sebaiknya tidak hanya serta merta menyelesaikan permasalahan itu sendiri. Sebaliknya ajari anak untuk menghadapi dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Sering melakukan ini akan melatih putra tercinta mempunyai skill problem solving yang baik di masa depan.

 

  1. Hargai Pendapatnya

Bukan anak saja yang harus menghormati dan menghargain pendapat orangtua. Sebalinya, orangtua juga sudah seharusnya melakukan hal yang sama. Misalnya saja saat orangtua mengarahkan anak untuk mengambil jurusan A. Namun ternyata anak ingin masuk ke jurusan B. Gali lah apa alasan anak mengambil jurusan tersebut, dan jika memang akhirnya itu pilihan yang baik untuk anak, belajarlah untuk menerima dan menghargai pendapatnya itu.

 

  1. Ajari Anak untuk Mengalah

Seorang anak biasanya masih mempunyai ego yang tinggi. Ia akan sulit diarahkan untuk mengalah terhadap hal- hal yang ia sukai. Misalnya saja saat bermain bersama sang adik. Seringkali anak yang lebih besar tidak mau mengalah. Jika ini terjadi, saatnya orangtua untuk mengajarkan anak mempunyai sifat pengalah agar mau berbagi dengan orang- orang di sekitarnya.

 

  1. Ajarkan Nilai- Nilai Agama

Agama adalah hal penting yang harus dikenal anak sejak kecil. Ajarkan anak cara membaca doa, mengaji, dan melakukan kewajiban sesuai perintah agama. Dengan mempunyai bekal agama yang baik, anak akan menjadi seorang anak dengan kualitas akhlak yang baik.

 

  1. Ajak Anak untuk Selalu Bersemangat dalam Menghadapi Harinya

Ajak dia untuk selalu tersenyum dan bersemangat dalam menjalani hari demi hari. Ada kalanya anak menjadi sangat moody, disinilah orangtua bisa mengambil peran lebih untuk mengembalikan senyum dan semangat anak.

 

  1. Selalu Berikan Motivasi

Motivasi diperlukan oleh siapa saja, tidak terkecuali anak- anak. Bahkan di saat anak terlihat tidak membutuhkannya, oragntua wajib untuk selalu memberikan kata- kata yang memotivasinya untuk melakukan tugasnya dengan baik.

 

  1. Ajari Kejujuran Sejak Dini

Sifat jujur perlu ditanamkan sejak kecil. Jika ia melakukan kesalahan, dorong dia untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Saat dewasa nanti, bersikap jujur dan amanah terhadap kepercayaan orang lain akan selalu menjadi hal yang penting untuknya.

 

  1. Ajari Anak Tanggung Jawab

Mendidik anak kita menjadi sosok yang bertanggungjawab berarti kita sedang mempersiapkan seorang calon pemimpin yang bisa diteladani. Misalnya saat anak melakukan sesuatu, ia menyadari bahwa apa yang ia lakukan memberi dampak terhadap orang lain dan ia perlu bertanggungjawab terhadap hal tersebut.

 

  1. Hargai Jerih Payahnya Dalam Mencoba Hal Baru

Berhasil atau tidak, atau apakah hasilnya sesuai atau tidak, selalu tunjukkan pada anak bahwa jerih payahnya dihargai. Menghargai anak tidak selalu dalam bentuk hadiah, cukup tunjukkan dengan kata- kata yang manis dan mengapresiasinya.

Baca Juga :  6 Tips yang Orangtua Wajib Pahami Saat Menghadapi Anak Tantrum

 

Bagaimana jika jerih payah anak saat itu belum berhasil? Tunjukkan bahwa kemenangan bukan lah satu- satunya hal penting. Proses yang ia lakukan adalah hal yang tak kalah pentingnya.

 

  1. Ajari Anak untuk Mengambil Keputusan

Saat dewasa nanti, seorang pemimpin diharuskan bijak dalam mengambil keputusan. Tentu saja ini menjadi salah satu point penting lainnya untuk diajarkan pada anak sejak kecil. Tidak perlu hal besar, cobalah mengawalinya dengan keputusan yang dibuat dalam skala kecil.

Misalnya saja saat akan berangkat sekolah, tanyakan padanya, “Kakak mau bekal makan siang apa?”

 

  1. Mendidik dengan Ketegasan

Sayang iya, tegas juga harus iya. Saat anak melakukan kesalahan, maka diperlukan ketegasan dari orangtua agar anak tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tunjukan apa kesalahannya dan mengapa anak seharusnya tidak melakukan kesalahan tersebut.

 

  1. Melatih Rasa Percaya Dirinya

Jika ingin anak- anak tumbuh menjadi sosok yang percaya diri, maka orangtua perlu menanamkan rasa percaya diri ini sejakkecil. Misalnya saat ada dalam pementasan sekolah, dorong anak untuk berkenalan dengan orang lain dan berani berinteraksi.

 

  1. Jangan Terlalu Memanjakan Anak

Salah satu penyebab anak sulit menjadi pemimpin yang baik adalah karena ia terlalu dimanja dan tidak mandiri saat kecil. Memang harus diakui, rasa sayang terhadap buah hati tercinta memang harus ada dalam diri setiap orangtua. Namun memanjakannya berlebihan jelas bukan ide bagus. An

 

  1. Pelajaran Sex Education

Sex education cukup penting untuk diterapkan dalam mendidik anak jaman sekarang. Untuk mencegah hal yang tidak kita inginkan sebagai orangtua, Pendidikan sex sebaiknya diberikan kepada anak- anak sedini mungkin. Beri tahu ia bahwa wanita dan pria itu berbeda, mulai dari cara berbicara, cara menggunakan pakaian, dan pilihan olahraga.

 

  1. Berikan Kenyamanan

Hindari menjadi orangtua dengan image ‘galak’ di mata anak- anak. Saat anak- anak merasa orangtua mereka tidak memberi kenyamanan, maka mereka dapat mencari pelarian yang berakibat buruk untuk anak dalam jangka pendek, maupun jangka panjang.

 

  1. Ajarkan Kesabaran dan Ketegaran

Beritahu anak bahwa masalah adalah bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Hanya saja, masalah itu dapat kita atasi dengan baik saat kita tegar dan sabar. Dengan sikap positif itu, kita dapat mengatasi masalah dengan lebih baik lagi.

 

  1. Menjadi Role Model untuk Anak

Orangtua adalah role model untuk anak, tak terkecuali anak laki- laki. Beri contoh kepada anak hal- hal baik mulai dari cara berbicara, hingga cara bersikap dengan baik. Jika orangtua selalu mencontohkan hal baik, maka 90% anak akan menjadi orang yang baik.

 

  1. Kenalkan dengan ‘Gaya Anak Laki- laki’

Gaya laki- laki disini adalah kebiasaan- kebiasaan yang cenderung para laki- laki lakukan dan merupakan hal positif. Misalnya saja, anak laki- laki perlu dikenalkan dengan alat- alat pertukangan, mencuci kendaraan, bermain bola, memperbaiki genteng, dan lain sebagainya.

 

  1. Ayah Juga Memegang Peranan Penting

Saat bicara tentang mendidik anak, rasanya hampir 75% ibu menjadi sosok yang paling pas untuk mendidik anak. Sedangkan sisanya adalah sosok ayah. Padahal, ayah mempunyai peran yang tidak kalah penting dalam mendidik anak, terutama anak laki- laki. Jika memang aktifitas telralu padat, cobalah untuk meluangkan waktu 1-2 jam setiap harinya atau weekend untuk bermain bersama putra tercinta.

Itu dia cara mendidik anak laki-laki calon pemimpin yang bisa Anda terapkan pada buah hati kesayangan Anda. Anda bisa melihat semua tujuan mendidik anak sangat baik, jadi tidak ada alasan untuk memanjangan anak sebagai buah hati kesayangan. Jika Anda menerapkan semua cara mendidik anak laki-laki calon pemimpin ini maka anak Anda bisa tumbuh dengan kepribadian yang baik.

 

Kesimpulan

Mendidik anak perempuan ataupun anak laki- laki, keduanya adalah tanggungjawab yang luar biasa untuk orangtua. Sayangilah anak- anak kita, dan didik mereka dengan cara yang sebaik- baiknya. Semoga artikel ini bermanfaat!

Comments

comments

Tags: