LOADING

Type to search

Stimulasi

Jenis- jenis Mainan Edukasi untuk Anak, Manfaat dan Ciri- ciri Mainan yang Baik

Share

Bermain adalah proses belajar yang penting untuk anak- anak. Sebelum masuk ke usia sekolah, anak- anak dominan menghabiskan waktunya untuk bermain. Dalam memilih mainan, perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan anak supaya proses belajarnya menjadi lebih optimal.

Saat memilih mainan anak, yang perlu menjadi pertimbangan adalah kemampuan apa yang akan dirangsang oleh mainan tersebut. Maka dari itu, orangtua perlu menggali banyak informasi sebelum menjatuhkan pilihan terhadap mainan yang akan dibeli untuk anak.

 

Berbagai Jenis Mainan untuk Anak dan Manfaatnya

Untuk panduan orangtua, berikut ini adalah berbagai jenis mainan untuk anak serta manfaatnya :

  1. Mainan tentang aktifitas sehari- hari

Untuk melatih kreatifitas, imajinasi anak dan kemampuan bersosialisasinya perlu dilatih. Orangtua dapat memilihkan mainan anak yang mirip dengan aktifitas sehari- hari, seperti set mainan masak- masakan, peralatan untuk bermain dokter- dokteran, sepasang telepon, dan sejenisnya.

Baca Juga :  Bunda Merasa Lelah tapi Anak Terus Mengajak Bermain? Cobalah 6 Permainan Seru Ini

Jenis- jenis mainan ini membuat anak merasa dekat dengan kehidupan mereka sehari- hari. Saat bermain masak- masakan, orangtua bisa mengajak anak untuk menggunakan bahan sungguhan, seperti wortel dan daun- daunan di taman (pengganti sayuran hijau) agar anak merasa seperti memasak sungguhan. Jenis permainan ini sebaiknya dimainkan bersama, bukan sendirian.

 

  1. Mainan anak yang membutuhkan pemecahan masalah

Jeins permainan yang membantu anak memecahkan masalah antara lain adalah puzzle serta permainan memasukkan benda sesuai bentuk dan warnanya.

Selain melatih kemampuan anak dalam memecahkan masalah, manfaat lain dari permainan ini adalah membantu anak fokus dan berkonsentrasi. Kedua manfaat ini sangat penting dalam membantu persiapan anak masuk sekolah.

 

  1. Permainan yang merangsang kreatifitas dan logika anak

Ada banyak jenis permainan yang dapat merangsang kreatifitas dan logika anak, seperti menyusun blok, lego, menggambar, mewarnai, lilin mainan atau tanah liat.

Baca Juga :  Hati- hati, Mainan Anak- anak ini Mengandung Penyebab Kanker

 

  1. Bermain dengan bola

Bermain bola mendorong perkembangan koordinasi tangan, kaki, dan otak. Jika dimainkan bersama- sama, bermain bola dapat melatih interaksi sosial anak, juga mengajarkan anak tentang menang dan kalah. Permainan ini mengajarkan anak untuk menghargai orang lain karena dalam bermain bola anak mengenal giliran atau bergantian dalam bermain.

 

  1. Mengajak anak bermain musik

Musik dan nyanyian akan selalu menjadi permainan yang menyenangkan bersama buah hati. Mengajak anak bernyanyi sambil menggerakkan badan atau menari bisa menambah koordinasi anggota badan sekaligus menstimulasi memori dan interaksi sosial. Orangtua tidak harus membelikan mainan yang mengandung musik karena permainan juga bisa mengandalkan audio dari CD atau mp3. Lebih baik lagi bila dari video musik agar anak bisa meniru gerakan pada video klip tersebut.

 

  1. Bermain dengan Buku
Baca Juga :  Apakah Anak Anda Mempunyai IQ Tinggi? Cek ciri- cirinya sesuai tahapan usia disini

Meskipun anak belum bisa membaca, orangtua bisa mengenalkan anak pada buku dengan cara membacakan cerita kepadanya. Bacakan buku- buku bergambar sambil menunjukkan gambar- gambar di halaman buku tersebut, dan meniru suara tokoh dalam cerita. Jenis permainan ini akan melatih imajinasi buah hati karena sambil mendengarkan, mereka akan membayangkan cerita yang sedang dibacakan.

 

Ciri- Ciri Mainan yang Baik untuk Anak

Selain menentukan jenis mainan yang merangsang kemampuan buah hati tercinta, orangtua dapat memilih mainan anak dengan mempertimbangkan ciri- ciri mainan yang baik berikut ini :

  • Aman untuk anak
  • Merangsang interaksi anak
  • Mendorong anak untuk memainkannya berulang kali
  • Menarik dan menyenangkan
  • Merangsang rasa ingin tahu anak
  • Menstiumulasi kreatifitas dan imajinasi
  • Menantang, tapi tidak membuat frustasi. Hindari jenis mainan yang tingkat kesulitannya tidak cocok untuk anak (perhatikan panduan usianya)

 

 

Comments

comments

Tags: